Saturday, May 9, 2009

The Warm Feeling

Beberapa orang temen yang pernah nangkring di kamarku pasti sering lihat kalo aku punya tumpukan novel2 HP (bukan Harry Potter!) yang bejibun. hmm, itu belum seberapa sama novel2 yang disewa. sampe kadang-kadang heran sama diri sendiri... kok bisa??

Awalnya karena udah bosen baca komik-komik serial cantik. Abis komik-komik itu keluarnya belum tentu seminggu sekali, padahal baca komiknya nggak sampe 2 jam udah beres. hmm... yang terdekat ya si HP2 ituh, walaupun seringnya suka ada halaman-halaman yang dilewatin (BT banget nggak sih...!!!) Sampai akhirnya jadi kebiasaan baru,

Apa kebiasaan barunya? Baca 2 bab awal, terus langsung loncat ke belakang (2 bab terakhir) untuk pengarang2 tertentu. Ada tuh pengarang yang bikin cerita ora kalap. Di awal menjanjikan, drop di tengah dan akhir. Saking pengen tahu akhirnya seperti apa (pastinya happy ending dong ya) baru dibaca deh akhirnya. Hmm... nama baik pengarang itu belum tentu manjur. Ada kalanya mereka keteteran.

Ada pengarang2 baru yang cukup menjanjikan, kalo dilihat2 dari profilnya, mereka-mereka itu lulusan jurusan sastra. Hmm.. penokohannya OK, jalan ceritanya kenceng, cukup menarik tanpa harus terasa mengada-ada. Gini ini yang gw suka. :)) Apalagi ya? Oh ya, ada trend2 tertentu dari tempat asal pengarang atau setting yang dipilih. Aku jarang sekali "klik" sama buku2 karangan Amrik dan Down Under. Entah kenapa, terlalu vulgar dan doormat rationya** tinggi.

Saking seringnya baca-baca, kadang-kadang suka malu sendiri, kalo lagi mood sok drama queen nya keluar, atau lagi sok-sok an baik hati dan berjiwa sosial yang nggak berasal dari dalem. Manusiawi sih... tapi nggak penting. Learnt about other people (character??) and you can learn about yourself, isn't it? Ketika kita berusaha menempatkan diri pada posisi orang lain, maka kita bisa lebih mengerti mereka (dan kita). That's why sometimes I hate myself for what I've done. Ck ck ck ck.

** doormat ratio: rasio tinggi artinya tokoh utama sering ditekan dan tidak melawan balik, dengan alasan2 (sok) baik, (sok) pahlawan, dan alasan-alasan tidak manusiawi lainnya (abisnya kayak malaikat sih), yaaaa kayak tokoh2 sinetron indonesia gitu.