I love reading postsecret.
Almost every week I found that some of the secrets there are mine too. Or at least similar. (Yeah, I wonder myself, how many secrets 1 person can have?)
Funny how human can be connected that way. No fun when we realized we came from the same mold.
Sometimes, reading those secret can make me keep my mouth shut. Or open it just a little... Just a tiny bit. Or open it bigger without any important information.
Everybody loves hearing some secrets. But secret has no more fun when it open and out. It might ruins other's life when they know who the object of the secret is.
What you never know won't hurt you.
Wednesday, July 29, 2009
Thursday, July 23, 2009
You Deserve the Best
Nggak sengaja nonton wawancaranya Dawn French, komedian perempuan asal Inggris, di The Late Late Show. Wawancaranya asyik, karena yang diwawancarai menarik dan witty. Dawn French ini physically perpaduan antara Dora the Explorer dan Hughes. Kalo ngomong matanya selalu berbinar-binar (bukan karena glitter loooh).
Salah satu pertanyaan malam itu adalah bagaimana dia bisa pede dengan ukuran badannya yang (super) big size. Dia bilang, itu semua karena ayahnya, trus dia bercerita:
"Jaman dulu, waktu hot pants lagi boom-boomnya, aku juga punya hotpants. Warnanya ungu. Sekarang aku sadar, kalau hot pants itu sebenernya hanya pantas dipakai oleh sekitar 3 orang di muka bumi ini, sedangkan yang lainnya berusaha memantaskan diri. Anyway, waktu itu aku dapat undangan pesta, dan cowok yang kutaksir juga akan datang ke pesta itu. Dan kupakailah hot pants unguku itu. Yang sebenernya nggak ada pantes-pantesnya buatku. Bentuknya pasti nggak karu-karuan.
Ketika aku mau brangkat, ayahku memanggil.
"Sini kamu."
"Oooh... apaan lagi sih ini, pasti mau ngingetin untuk nggak pulang malem2."
Setelah ayah mengingatkan untuk tidak pulang malamm dan all other usual stuffs, dia berkata "Dawn, kamu cantik lho pake baju itu. Kamu cantik pakai baju apapun. Karena apapun yang terjadi you're our princess. You and your brother are the best thing in life for me and your mother. You guys are really the best, we want to give you all the best, even if we got nothing for ourselves. Remember that. You are our best. Don't take any left over from other people's plate. You deserve the best."
Dan sejak malam itu, aku nggak pernah lagi mau menerima kecuali yang terbaik, aku nggak main sama cowok sembarangan, walaupun itu kecenganku. Haaa... thanks dad 'wink'"
Salah satu pertanyaan malam itu adalah bagaimana dia bisa pede dengan ukuran badannya yang (super) big size. Dia bilang, itu semua karena ayahnya, trus dia bercerita:
"Jaman dulu, waktu hot pants lagi boom-boomnya, aku juga punya hotpants. Warnanya ungu. Sekarang aku sadar, kalau hot pants itu sebenernya hanya pantas dipakai oleh sekitar 3 orang di muka bumi ini, sedangkan yang lainnya berusaha memantaskan diri. Anyway, waktu itu aku dapat undangan pesta, dan cowok yang kutaksir juga akan datang ke pesta itu. Dan kupakailah hot pants unguku itu. Yang sebenernya nggak ada pantes-pantesnya buatku. Bentuknya pasti nggak karu-karuan.
Ketika aku mau brangkat, ayahku memanggil.
"Sini kamu."
"Oooh... apaan lagi sih ini, pasti mau ngingetin untuk nggak pulang malem2."
Setelah ayah mengingatkan untuk tidak pulang malamm dan all other usual stuffs, dia berkata "Dawn, kamu cantik lho pake baju itu. Kamu cantik pakai baju apapun. Karena apapun yang terjadi you're our princess. You and your brother are the best thing in life for me and your mother. You guys are really the best, we want to give you all the best, even if we got nothing for ourselves. Remember that. You are our best. Don't take any left over from other people's plate. You deserve the best."
Dan sejak malam itu, aku nggak pernah lagi mau menerima kecuali yang terbaik, aku nggak main sama cowok sembarangan, walaupun itu kecenganku. Haaa... thanks dad 'wink'"
Saturday, May 9, 2009
The Warm Feeling
Beberapa orang temen yang pernah nangkring di kamarku pasti sering lihat kalo aku punya tumpukan novel2 HP (bukan Harry Potter!) yang bejibun. hmm, itu belum seberapa sama novel2 yang disewa. sampe kadang-kadang heran sama diri sendiri... kok bisa??
Awalnya karena udah bosen baca komik-komik serial cantik. Abis komik-komik itu keluarnya belum tentu seminggu sekali, padahal baca komiknya nggak sampe 2 jam udah beres. hmm... yang terdekat ya si HP2 ituh, walaupun seringnya suka ada halaman-halaman yang dilewatin (BT banget nggak sih...!!!) Sampai akhirnya jadi kebiasaan baru,
Apa kebiasaan barunya? Baca 2 bab awal, terus langsung loncat ke belakang (2 bab terakhir) untuk pengarang2 tertentu. Ada tuh pengarang yang bikin cerita ora kalap. Di awal menjanjikan, drop di tengah dan akhir. Saking pengen tahu akhirnya seperti apa (pastinya happy ending dong ya) baru dibaca deh akhirnya. Hmm... nama baik pengarang itu belum tentu manjur. Ada kalanya mereka keteteran.
Ada pengarang2 baru yang cukup menjanjikan, kalo dilihat2 dari profilnya, mereka-mereka itu lulusan jurusan sastra. Hmm.. penokohannya OK, jalan ceritanya kenceng, cukup menarik tanpa harus terasa mengada-ada. Gini ini yang gw suka. :)) Apalagi ya? Oh ya, ada trend2 tertentu dari tempat asal pengarang atau setting yang dipilih. Aku jarang sekali "klik" sama buku2 karangan Amrik dan Down Under. Entah kenapa, terlalu vulgar dan doormat rationya** tinggi.
Saking seringnya baca-baca, kadang-kadang suka malu sendiri, kalo lagi mood sok drama queen nya keluar, atau lagi sok-sok an baik hati dan berjiwa sosial yang nggak berasal dari dalem. Manusiawi sih... tapi nggak penting. Learnt about other people (character??) and you can learn about yourself, isn't it? Ketika kita berusaha menempatkan diri pada posisi orang lain, maka kita bisa lebih mengerti mereka (dan kita). That's why sometimes I hate myself for what I've done. Ck ck ck ck.
** doormat ratio: rasio tinggi artinya tokoh utama sering ditekan dan tidak melawan balik, dengan alasan2 (sok) baik, (sok) pahlawan, dan alasan-alasan tidak manusiawi lainnya (abisnya kayak malaikat sih), yaaaa kayak tokoh2 sinetron indonesia gitu.
Awalnya karena udah bosen baca komik-komik serial cantik. Abis komik-komik itu keluarnya belum tentu seminggu sekali, padahal baca komiknya nggak sampe 2 jam udah beres. hmm... yang terdekat ya si HP2 ituh, walaupun seringnya suka ada halaman-halaman yang dilewatin (BT banget nggak sih...!!!) Sampai akhirnya jadi kebiasaan baru,
Apa kebiasaan barunya? Baca 2 bab awal, terus langsung loncat ke belakang (2 bab terakhir) untuk pengarang2 tertentu. Ada tuh pengarang yang bikin cerita ora kalap. Di awal menjanjikan, drop di tengah dan akhir. Saking pengen tahu akhirnya seperti apa (pastinya happy ending dong ya) baru dibaca deh akhirnya. Hmm... nama baik pengarang itu belum tentu manjur. Ada kalanya mereka keteteran.
Ada pengarang2 baru yang cukup menjanjikan, kalo dilihat2 dari profilnya, mereka-mereka itu lulusan jurusan sastra. Hmm.. penokohannya OK, jalan ceritanya kenceng, cukup menarik tanpa harus terasa mengada-ada. Gini ini yang gw suka. :)) Apalagi ya? Oh ya, ada trend2 tertentu dari tempat asal pengarang atau setting yang dipilih. Aku jarang sekali "klik" sama buku2 karangan Amrik dan Down Under. Entah kenapa, terlalu vulgar dan doormat rationya** tinggi.
Saking seringnya baca-baca, kadang-kadang suka malu sendiri, kalo lagi mood sok drama queen nya keluar, atau lagi sok-sok an baik hati dan berjiwa sosial yang nggak berasal dari dalem. Manusiawi sih... tapi nggak penting. Learnt about other people (character??) and you can learn about yourself, isn't it? Ketika kita berusaha menempatkan diri pada posisi orang lain, maka kita bisa lebih mengerti mereka (dan kita). That's why sometimes I hate myself for what I've done. Ck ck ck ck.
** doormat ratio: rasio tinggi artinya tokoh utama sering ditekan dan tidak melawan balik, dengan alasan2 (sok) baik, (sok) pahlawan, dan alasan-alasan tidak manusiawi lainnya (abisnya kayak malaikat sih), yaaaa kayak tokoh2 sinetron indonesia gitu.
Subscribe to:
Posts (Atom)